RELOKASI SMPN 4 SERANG: IMM TEGAS — JANGAN KORBANKAN MASA DEPAN PENDIDIKAN DEMI PENATAAN KAWASAN DAN INVESTASI

RELOKASI SMPN 4 SERANG: IMM TEGAS — JANGAN KORBANKAN MASA DEPAN PENDIDIKAN DEMI PENATAAN KAWASAN DAN INVESTASI

Serang,Suarapandu.Com- Wacana relokasi SMP Negeri 4 Kota Serang, yang lahannya dikaji dialihfungsikan menjadi fasilitas parkir terpadu kawasan Pasar Lama dan Jalan Juhdi, memicu sorotan tajam Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Serang. IMM memperingatkan: kemajuan kota tidak boleh dibangun di atas pengorbanan fasilitas pendidikan milik publik.

PC IMM Serang menegaskan, penataan kawasan dan investasi memang penting untuk pertumbuhan ekonomi. Namun pembangunan tidak boleh diukur semata dari nilai rupiah dan keuntungan semata. Kepentingan publik, fungsi sosial, serta dampak jangka panjang terhadap masyarakat — terutama pendidikan — wajib menjadi pertimbangan utama yang tidak boleh diabaikan.

“IMM Serang tidak anti-investasi dan tidak anti-pembangunan. Tetapi setiap investasi harus ditempatkan dalam kerangka kepentingan publik. Jangan sampai kebutuhan penataan kawasan justru menjadikan fasilitas pendidikan sebagai pihak yang dikorbankan,” tegas Ahmad Zaenudin, Ketua PC IMM Serang.

IMM menekankan persoalan mendasar bukan pada boleh-tidaknya relokasi. Yang jauh lebih penting: apa dasar kebutuhan tersebut, bagaimana kajiannya, dan apakah sudah dicari alternatif yang tidak menyentuh aset pendidikan?

Pemerintah Kota Serang wajib menjelaskan secara terbuka kepada publik seluruh kajian yang menjadi dasar wacana ini. Mulai dari kondisi sekolah, urgensi penataan kawasan, analisis kebutuhan parkir, kesesuaian tata ruang, status hukum aset daerah, hingga dampak nyata terhadap peserta didik, orang tua, guru, dan warga sekitar.

“Jika relokasi bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, tunjukkan kajian dan indikatornya. Tapi jika muncul sebagai konsekuensi pembangunan kawasan bisnis dan investasi, jelaskan mengapa lahan pendidikan menjadi pilihan utama — dan mengapa belum ada alternatif lokasi lain yang dikaji,” tandanya.

IMM juga menuntut transparansi penuh atas rencana pemanfaatan aset daerah melalui kerja sama dengan pihak ketiga untuk pembangunan parkir. Publik berhak mengetahui: bentuk kerja sama, mekanisme pemanfaatan aset, jangka waktu perjanjian, pembagian manfaat, serta kontribusi nyata bagi Pemkot Serang dan masyarakat.

“Aset pemerintah bukan sekadar soal kepemilikan tanah. Ada fungsi sosial yang melekat di dalamnya. Jika digunakan untuk pendidikan, maka perubahan pemanfaatannya harus menjamin fungsi pelayanan publik tersebut tetap terjaga — tidak hilang, tidak terpinggirkan,” ujar Zaenudin.

Kebijakan strategis ini juga tidak boleh diputuskan sepihak tanpa melibatkan pihak yang terdampak. Orang tua siswa, guru, komite sekolah, peserta didik, DPRD, dan warga sekitar wajib dilibatkan sejak tahap perencanaan, bukan sekadar diberitahu setelah keputusan jatuh.

“Jangan sampai masyarakat hanya diberi tahu ketika keputusan sudah jadi. Partisipasi publik harus hadir sejak awal, bukan sekadar formalitas belaka,” lanjutnya.

7 TEGAS SIKAP IMM SERANG:

1.  Mendukung penataan kawasan dan investasi yang memberi manfaat nyata bagi rakyat.
2.  Meminta Pemkot Serang membuka seluruh kajian secara transparan terkait relokasi SMPN 4 dan pembangunan parkir.
3.  Meminta dikaji alternatif lokasi lain sehingga tidak membebani fasilitas pendidikan.
4.  Meminta analisis dampak sosial dan pendidikan terhadap siswa, guru, dan masyarakat.
5.  Meminta transparansi status aset dan skema kerja sama dengan pihak ketiga.
6.  Menuntut keterlibatan publik dalam setiap tahap pengambilan keputusan.
7.  Memastikan setiap kebijakan tidak menurunkan kualitas dan akses pelayanan pendidikan.

IMM Serang pada akhirnya menegaskan prinsip yang tegas: Kota Serang butuh investasi, tetapi Kota Serang juga butuh generasi yang terdidik. Keduanya tidak boleh dipertentangkan.

“Jangan sampai kita membangun gedung demi kebutuhan ekonomi hari ini, tetapi sekaligus meruntuhkan ruang pendidikan yang menentukan masa depan kota ini esok hari. Jangan tukarkan masa depan anak-anak kita dengan keuntungan sesaat.”

(Sairi)

Post Comment

You May Have Missed