Dikeluhkan Upah buruh bangunan proyek KDMP desa Panunggulan tidak kunjung dibayarkan

Dikeluhkan Upah buruh bangunan proyek KDMP desa Panunggulan tidak kunjung dibayarkan

Serang-Suarapandu.Com
Sejumlah buruh bangunan harian lepas proyek pembangunan Koperasi desa merah putih (KDMP) desa Panunggulan kecamatan Tunjung Teja kab Serang (Banten) mengeluh karena adanya pembayaran upah buruh mereka yang tidak kunjung dibayarkan oleh pihak pelaksana proyek dari bulan Maret tahun 2026.

Upah buruh harian yang nilainya Rp 120.000 seratus dua puluh ribu per hari yang menjadi salah satu tujuan para pekerja untuk menghidupi kebutuhan keluarganya dirumah kini tinggal sebuah harapan yang sirna.
Para pekerja mengeluhkan karena upah mereka banyak yang tidak dibayarkan.

Dari sejumlah buruh,Salah satu pekerja proyek bangunan KDMP,yang juga selaku warga setempat saat di jumpai di rumah nya mengatakan kepada awak media dirinya bekerja bangunan di KDMP desa Panunggulan selama 16,5 enam belas setengah hari kerja di bulan Maret 2026 dengan perjanjian upah Rp 120.000 per hari, namun upah yang baru diterima baru sekitar 700.000, jika memang upah 120.000 x 16,5=1.980.000.berarti yang belum dibayarkan Rp 1.280.000.
Ucapnya kepada awak media.

Usin juga menambahkan saat di konfirmasi lebih lanjut.
Sebenarnya upah kami itu pak sudah dibayarkan dari pihak pemborong melalui saudara Yanto selaku ketua KDMP.
Namun upah yang seharusnya kami terima itu dipakai oleh Yanto hingga saat ini belum dibayarkan.
Kami juga sudah berupaya untuk bisa difasilitasi melalui kepala desa agar upah yang menjadi hak kami bisa dibayarkan secara utuh ,kami semua sangat mengharapkan hak kami karena itu hasil keringat kami untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Sementara di tempat terpisah awak media mencoba mengkonfirmasi langsung ke Yanto terkait adanya dugaan upah para pekerja/buruh harian lepas proyek tersebut yang belum dibayarkan.

Menurut keterangan nya Senin 29 Juni 2026 kepada awak media.
Yanto”membenarkan adanya sejumlah upah buruh yang belum ia bayarkan.
Dan Yanto juga membenarkan kalau upah dari pemborong sudah ia terima sepenuhnya untuk para tukang / pegawai bangunan.
“Iya pak upah itu sudah saya terima penuh dari kontaktor,
Namun sisa upah untuk para pegawai belum saya bayarkan semuanya.
Ungkapnya kepada awak media.

Sampe berita ini Diterbitkan belum ada kejelasan dari pihak Yanto selaku ketua(KDMP),Mengenai pembayaran upah para pegawai.

(Tim&Red)

Post Comment

You May Have Missed