Camat Jawilan Tegaskan Tak Ada Penyalahgunaan Wewenang, Aktivis Diminta Tidak Menggiring Opini
SERANG – Camat Jawilan, Usman, menegaskan bahwa tudingan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang yang belakangan berkembang di tengah masyarakat tidak benar. Ia memastikan seluruh aktivitas yang dilakukan masih dalam koridor tugas dan tidak ada unsur pelanggaran sebagaimana yang ditudingkan sejumlah pihak.
Menurut Usman, informasi yang beredar terkait penerimaan material dari salah satu perusahaan perlu dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Ia menjelaskan material tersebut diberikan langsung oleh pihak perusahaan untuk kebutuhan kantor kecamatan dan bukan hasil permintaan pribadi.
“Tidak ada permintaan ataupun penyalahgunaan jabatan. Barang itu diberikan pihak perusahaan untuk kebutuhan kantor dan bukan untuk kepentingan pribadi,” ujar Usman saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).
Ia juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang dinilai terlalu cepat menggiring opini sebelum melakukan konfirmasi secara menyeluruh. Menurutnya, kritik merupakan hal yang wajar, namun harus tetap berdasarkan data dan fakta agar tidak menimbulkan fitnah maupun keresahan publik.
Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Jawilan turut meminta agar persoalan tersebut tidak dibesar-besarkan tanpa bukti yang jelas. Mereka berharap semua pihak dapat menjaga kondusivitas serta menghormati asas praduga tak bersalah.
“Kalau memang ada dugaan pelanggaran, silakan ditempuh sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Jangan langsung menyudutkan seseorang di ruang publik tanpa dasar yang kuat,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Sementara itu, Rusli selaku petugas keamanan (security) di perusahaan tersebut saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp mengaku hanya mengetahui adanya tamu yang datang ke perusahaan dan dirinya menjawab sesuai apa yang diketahuinya.
“Tidak ada proposal dan tidak ada permintaan yang saya tahu. Kalau barang keluar berarti sudah ada perintah dari perusahaan, jadi menurut saya tidak ada masalah. Kebetulan saat itu saya yang sedang berjaga,” ujar Rusli.
Rusli juga menambahkan dirinya mengenal dekat Camat Jawilan karena berasal dari daerah kelahiran yang sama. Namun demikian, ia menegaskan tidak ingin berbicara melebihi apa yang diketahuinya terkait persoalan tersebut.
“Saya kenal dekat dengan pak camat, satu kelahiran. Tidak mungkin saya bicara melebihi yang saya tahu. Mau beli atau dikasih itu kan tidak masalah, yang saya tahu kalau perusahaan mengeluarkan barang berarti tidak ada masalah,” tambahnya.
Menurut Rusli, peristiwa tersebut juga sudah terjadi cukup lama, bahkan sebelum Hari Raya Idulfitri.
“Itu juga sudah lama, sebelum Lebaran,” kata Rusli singkat.
Pihak kecamatan juga menyatakan siap memberikan penjelasan kepada pihak terkait apabila diperlukan, sehingga persoalan tersebut dapat diselesaikan secara objektif dan tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan.
(Red)



Post Comment