“KETIKA KOMPETISI MATI”: P-4 SOROTI 20 PAKET LELANG ULP PANDEGLANG 2026 SENILAI Rp15,7 MILIAR

“KETIKA KOMPETISI MATI”: P-4 SOROTI 20 PAKET LELANG ULP PANDEGLANG 2026 SENILAI Rp15,7 MILIAR

PANDEGLANG, suarapandu.com – Pergerakan Pemuda Peduli Pandeglang (P-4) merilis catatan kritis terhadap 20 paket Lelang Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Pandeglang Tahun Anggaran 2026 dengan total pagu sekitar Rp15,7 Miliar.

Catatan ini disampaikan Ketua P-4, Arip Wahyudin (Ekek), di Pandeglang, Jumat (7/8/2026).

“Anggaran adalah amanah. Lelang adalah ujian. Di sanalah kita mengukur: apakah negara hadir untuk semua, atau hanya untuk segelintir?” ujar Arip.

3 Temuan Mendasar dari 20 Paket Lelang
Berdasarkan penelusuran terhadap data LPSE, P-4 menemukan 3 hal mendasar.

Pertama, Kompetisi yang Memprihatinkan.
Dari 20 paket, 12 paket atau 60% hanya diikuti 1 peserta. Sementara 4 paket lainnya hanya diikuti 2 peserta. Artinya, 80% proses lelang berjalan tanpa kompetisi yang sehat. Padahal prinsip dasar PBJ adalah “bersaing”.

Kedua, Konsentrasi Pemenang.
Tercatat 8 perusahaan memenangkan 15 paket atau 75% dari total paket. Pola ini berulang di sektor Jalan, SPAM, dan Gedung.

Ketiga, Pola Pecah Paket.
Pekerjaan Jalan dan SPAM dipecah per kecamatan/desa dengan nilai yang relatif seragam. P-4 menilai ini berpotensi menutup akses bagi perusahaan yang lebih besar dan sehat untuk ikut bertarung.

“Kami tidak menuduh. Kami hanya menyajikan data. Karena demokrasi tanpa data adalah opini. Dan pembangunan tanpa kompetisi adalah pemborosan,” tegas Arip.

Tuntutan Terbuka P-4
P-4 menyampaikan 3 permintaan kepada pemangku kebijakan.

  1. ULP Pandeglang menjelaskan secara terbuka faktor penyebab minimnya peserta di 12 paket tersebut.
  2. APIP dan DPRD Kabupaten Pandeglang melakukan evaluasi terhadap efektivitas sistem lelang 2026.
  3. LKPP dan Aparat Penegak Hukum ikut mengawasi agar tidak ada potensi kerugian negara dan praktik persaingan tidak sehat.

“Kami percaya, ULP adalah institusi profesional. Dan institusi profesional tidak akan takut diuji oleh data dan publik,” kata Arip.

“Pandeglang tidak kekurangan orang hebat. Yang kita butuhkan hanyalah lapangan yang sama rata,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak ULP Kabupaten Pandeglang belum memberikan keterangan.
Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya sesuai UU Pers no 40 tahun 1999

Kontak P-4: Arip Wahyudin – 0877-2190-4817

(Red-suarapandu.com)

Post Comment

You May Have Missed