Kapolri Resmikan Balai Latihan PTBI di Kota Serang, Dorong Silat Tjimande dan Debus Mendunia
SERANG, suarapandu.com — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan Balai Latihan Seni Silat Pasanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI) sekaligus menghadiri peringatan Milad ke-3 PTBI di Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten, Jumat (18/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mendorong agar seni budaya khas Banten, khususnya silat Tjimande dan debus, terus dilestarikan dan dikembangkan sehingga dapat dikenal lebih luas hingga ke tingkat internasional.
“Balai latihan bersama seni budaya ini untuk terus bisa menjaga warisan seni budaya yang dimiliki masyarakat Banten, khususnya terkait dengan silat khas Tjimande dan juga seni budaya debus,” ujar Listyo Sigit.
Menurutnya, silat Tjimande dan debus merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Banten yang perlu dijaga keberlangsungannya. Upaya pelestarian tersebut, kata dia, tidak hanya menjadi tanggung jawab pelaku seni, tetapi membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh pihak.
Kapolri berharap seni silat Tjimande dan debus dapat terus berkembang, tidak hanya di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga mampu dikenal di berbagai negara.
“Harapan kita, silat Cimande dan seni budaya debus pun juga dikenal tidak hanya di nasional, namun sampai juga di internasional,” katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Listyo Sigit menekankan pentingnya kerja sama antara seluruh peguron, para pelaku seni, serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap budaya Banten.
“Ini tentunya perlu kerja keras bersama seluruh peguron yang ada, seluruh pecinta seni yang ada, untuk bagaimana mengembangkan dan meningkatkan seni budaya khas Banten yang ada ini untuk terus bisa berkembang dan terjaga,” ujarnya.
Kapolri juga mengingatkan bahwa seni dan budaya merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia berharap keberadaan Balai Latihan Seni Silat PTBI dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan hanya sebagai tempat berlatih seni bela diri, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan kegiatan seni, budaya, keagamaan, dan sosial.
“Mudah-mudahan pasanggrahan ini betul-betul bisa bermanfaat dan memiliki kemaslahatan bagi seluruh masyarakat dan umat,” kata Listyo Sigit.
PTBI Kembangkan Kegiatan Seni, Keagamaan dan Sosial
Sementara itu, Pendiri PTBI, H. Tb. Mulyana, mengatakan Pasanggrahan Tjimande Banten Indonesia tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat latihan seni budaya.
Menurutnya, pasanggrahan tersebut juga rutin digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, di antaranya zikir serta kegiatan kemasyarakatan.
Saat ini, area PTBI telah berkembang hingga sekitar 1.200 meter persegi. Perluasan kawasan tersebut turut mendapat dukungan dari Kapolri yang juga merupakan pembina PTBI.
Dalam bidang sosial, PTBI secara rutin menggelar santunan bagi anak yatim sebanyak tiga kali dalam setahun, yakni pada bulan Mulud, Idul Fitri, dan Muharram.
Kegiatan sosial tersebut telah berjalan secara konsisten selama tiga tahun dengan melibatkan seluruh jajaran dan struktur kepengurusan PTBI.
H. Tb. Mulyana menambahkan, fasilitas yang semakin memadai juga dipersiapkan untuk mendukung berbagai kegiatan seni dan budaya. PTBI secara rutin menggelar kegiatan atau event seni budaya sebanyak tiga kali dalam setahun.
Selain untuk kegiatan internal, balai latihan tersebut juga terbuka bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan tempat untuk melaksanakan kegiatan kemasyarakatan maupun hajatan.
Gubernur Banten Apresiasi Peresmian Balai Latihan PTBI
Di tempat yang sama, Gubernur Banten Andra Soni turut mengapresiasi peresmian Balai Latihan Silat PTBI. Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian seni budaya sekaligus membangun karakter generasi muda di Banten.
Andra mengatakan, Banten memiliki kekayaan budaya yang beragam, salah satunya tradisi silat Tjimande.
“Silat Tjimande sebagai tradisi silat Banten tidak hanya menjadi seni bela diri, tetapi juga sarana pendidikan karakter, penanaman nilai moral, spiritual, dan kebersamaan,” ungkapnya.
Ia menilai pelestarian silat Tjimande merupakan tanggung jawab bersama. Terlebih, tradisi pencak silat telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2019.
“Hal ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita bersama untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya,” katanya.
Selain mengapresiasi keberadaan Balai Latihan PTBI, Andra Soni juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolri dan jajaran Polri atas perhatian serta dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di Provinsi Banten.
Menurutnya, dukungan tersebut turut membantu pembangunan lebih dari 140 jembatan di Banten yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak kepada Banten. Semoga semua dilancarkan dan Bapak diberikan kesehatan, umur panjang, serta kekuatan dalam memimpin institusi Polri,” pungkasnya.
(Redaksi).



Post Comment