Industri Besar, Akuntabilitas Besar: Jangan Jadikan Masyarakat Cilegon Sekadar Penonton

Industri Besar, Akuntabilitas Besar: Jangan Jadikan Masyarakat Cilegon Sekadar Penonton

Cilegon,Suarapandu.Com-Sekretaris Bela Negara Kota Cilegon, Aries, menilai persoalan yang mencuat terkait PT Krakatau Posco dan perusahaan kontraktor yang berada dalam rantai kerja industrinya harus dilihat secara lebih serius dan komprehensif. Menurutnya, industri besar tidak cukup hanya berbicara tentang investasi dan produktivitas, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap transparansi tata kelola, keselamatan pekerja, kepentingan masyarakat lokal, serta keberlanjutan lingkungan.

Aries mengatakan, jika benar terdapat dugaan ketidakterbukaan dalam proses tender maupun pengadaan, maka persoalan tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan internal perusahaan semata.

“Ketika proses bisnis sebuah industri memiliki konsekuensi terhadap tenaga kerja, pelaku usaha lokal, dan masyarakat sekitar, maka prinsip transparansi dan akuntabilitas menjadi bagian dari kepentingan publik. Karena itu, dugaan persoalan dalam proses tender harus dijawab dengan data dan mekanisme pemeriksaan yang objektif, bukan sekadar pernyataan normatif,” ujar Aries.

Ia menegaskan bahwa prinsip Good Corporate Governance (GCG) seharusnya bukan hanya menjadi terminologi yang tertulis dalam dokumen perusahaan, tetapi harus dapat dirasakan dalam praktik.

“GCG itu bukan slogan. Ada prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan kewajaran. Kalau ada pihak yang merasa dirugikan atau mempertanyakan suatu proses, maka jawaban yang paling sehat adalah membuka mekanisme dan dasar pengambilan keputusannya. Transparansi bukan ancaman bagi perusahaan; justru transparansi adalah instrumen untuk menjaga kredibilitas perusahaan,” tegasnya.

Menurut Aries, persoalan tersebut juga perlu dikaitkan dengan keberadaan masyarakat lokal sebagai bagian dari ekosistem industri di Kota Cilegon.

“Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton di tengah aktivitas industri yang berlangsung di wilayahnya sendiri. Kita tidak sedang mempertentangkan investasi dengan kepentingan masyarakat. Justru yang kita dorong adalah bagaimana investasi memberikan manfaat yang adil, membuka ruang partisipasi ekonomi bagi masyarakat lokal, dan berjalan dengan standar tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Keselamatan Kerja Bukan Sekadar Angka Statistik

Menanggapi dugaan kecelakaan kerja yang disebut mengakibatkan sejumlah pekerja mengalami luka bakar serius, Aries meminta persoalan keselamatan tidak diperlakukan sebagai isu sekunder.

“Kalau benar terjadi kecelakaan kerja dengan korban luka serius, maka pertanyaan publik sangat sederhana: apa yang terjadi, apa penyebabnya, bagaimana penanganannya, dan apakah seluruh standar keselamatan telah dijalankan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dijawab melalui investigasi yang kredibel,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keselamatan kerja merupakan bagian fundamental dari keberlanjutan industri.

“Industri tidak boleh hanya menghitung output produksi dan keuntungan. Ada manusia yang bekerja di dalamnya. Karena itu, ukuran keberhasilan industri juga harus dilihat dari seberapa kuat perusahaan melindungi pekerjanya dan seberapa serius perusahaan mencegah terulangnya kecelakaan,” kata Aries.

Jangan Tutup Ruang Kritik, Bangun Ruang Klarifikasi

Aries juga mengingatkan agar persoalan ini tidak berkembang menjadi pertentangan antara masyarakat dan perusahaan.

“Yang kita perlukan bukan perang opini, tetapi adu data dan transparansi. Perusahaan memiliki hak untuk menjelaskan posisinya, masyarakat memiliki hak untuk bertanya, dan pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi,” ujarnya.

Menurutnya, kritik terhadap industri bukan berarti anti-investasi.

“Justru kritik yang konstruktif diperlukan agar investasi tumbuh dengan sehat. Industri yang kuat bukan industri yang tidak pernah dikritik, melainkan industri yang mampu menjawab kritik secara terbuka, memperbaiki kekurangan, dan membangun kepercayaan publik berdasarkan fakta,” tuturnya.

Aries menegaskan, Bela Negara Kota Cilegon akan terus mendorong penyelesaian persoalan masyarakat melalui pendekatan yang kritis, konstitusional, dan berbasis data.

“Kami tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton. Kami ingin masyarakat menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang mendapatkan manfaat, perlindungan, informasi, dan perlakuan yang adil. Industri boleh besar, investasi boleh kuat, tetapi semakin besar sebuah industri, semakin besar pula tuntutan akuntabilitasnya kepada publik.”

Ia berharap pihak terkait dapat membuka ruang dialog dan memberikan klarifikasi secara transparan agar seluruh persoalan dapat diuji berdasarkan fakta.

“Pada akhirnya, yang kami perjuangkan bukan kemenangan sebuah kelompok atas kelompok lain. Yang kami perjuangkan adalah tata kelola industri yang sehat, keselamatan manusia, perlindungan lingkungan, dan keadilan ekonomi bagi masyarakat Cilegon,” pungkas Aries.

(Redaksi)

Post Comment

You May Have Missed