Encop Sopia Sukses Pertahankan Disertasi, Raih Gelar Doktor Ilmu Politik ke-150 FISIP UI

Encop Sopia Sukses Pertahankan Disertasi, Raih Gelar Doktor Ilmu Politik ke-150 FISIP UI

Serang, suarapandu.com – Encop Sopia resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Politik setelah sukses mempertahankan disertasinya di hadapan promotor, co-promotor, dan tim penguji dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Auditorium Juwono Sudarsono, Kampus FISIP Universitas Indonesia, Selasa (28/04/2026).

Sidang tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Ricardi S. Adnan, M.Si., didampingi Promotor Prof. Dr.phil. Aditya Perdana, M.Si., Co-Promotor Dr. Sri Budi Eko Wardani, M.Si., serta tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Nurliah Nurdin, S.Sos., M.A., Dra. Chusnul Mar’iyah, Ph.D., Riaty Rafiuddin, M.A., Ph.D., dan Irwansyah, S.I.P., Ph.D.

Sidang terbuka ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Wakil Ketua Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Dr. Paramitha WK, Direktur Eksekutif The Habibie Center Dr. Mohammad Hasan Ansori, Ph.D., Wakil Rektor III UIN Ciputat Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D., Wakil Ketua DPRD Banten Yudi Budi Wibowo, anggota Ombudsman RI Nurzan Joher, serta berbagai aktivis perempuan, akademisi, dan tokoh masyarakat lainnya.

Dalam sidang tersebut, Encop Sopia berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul.

“Mendorong Representasi Substantif Perempuan di Tingkat Lokal: Studi Lahirnya Peraturan Daerah Berperspektif Gender di DPRD Kabupaten Pandeglang, Banten, dan Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Periode 2019–2024).”

Penelitian tersebut menegaskan bahwa representasi substantif perempuan dalam proses legislasi Peraturan Daerah Pengarusutamaan Gender (PUG) di Pandeglang dan Karawang tidak hanya ditentukan oleh jumlah perempuan di parlemen, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kapasitas aktor perempuan, dukungan kelembagaan, serta konteks sosial-politik lokal.

Dengan mengintegrasikan teori representasi terintegrasi dan pendekatan Historical Institutionalism, penelitian ini menunjukkan bahwa representasi substantif perempuan lahir melalui dinamika kompleks antara aktor, struktur kelembagaan, dan legitimasi simbolik.

Penelitian Encop juga mengungkap bahwa struktur kelembagaan di kedua daerah masih dipengaruhi warisan

(Red)

Post Comment

You May Have Missed