Dugaan Makanan Tidak Layak Konsumsi Ditemukan di SDN Silebu 3 Di Sorot Publik

Dugaan Makanan Tidak Layak Konsumsi Ditemukan di SDN Silebu 3 Di Sorot Publik

Serang, suarapandu.com – Dugaan makanan tidak layak konsumsi ditemukan dalam program pemberian makanan tambahan di SDN Silebu 3, Desa Silebu, Kecamatan Keragilan, pada 15 April 2026.

Informasi ini diperoleh wartawan dari laporan masyarakat serta keterangan pihak sekolah. Disebutkan bahwa makanan berupa buah-buahan yang didistribusikan oleh Satuan Petugas Pangan Gizi (SPPG) Desa Silebu diduga dalam kondisi kurang layak konsumsi setelah ditemukan adanya belatung.

Salah satu perwakilan pihak sekolah menyampaikan bahwa kejadian serupa disebut pernah terjadi sebelumnya. Meski demikian, pihak sekolah tetap berharap adanya perbaikan dalam proses distribusi makanan ke depannya.

Di sisi lain, pihak SPPG Desa Silebu saat dikonfirmasi menyatakan bahwa permasalahan tersebut sebelumnya telah diselesaikan secara internal antara pihak penyedia dan sekolah. Mereka juga mengaku telah melakukan evaluasi serta berkomitmen meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, salah satu guru, Fatimah, menjelaskan bahwa beredarnya video terkait kejadian tersebut merupakan arahan dari kepala sekolah untuk dibagikan ke grup SPPG sebagai bentuk konfirmasi. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah telah melakukan komunikasi langsung dengan pihak SPPG, termasuk melalui sambungan telepon, guna meminta klarifikasi.

Menurutnya, pihak SPPG sempat menyampaikan akan datang ke sekolah. Namun, terdapat perbedaan keterangan terkait hal tersebut. “Pihak SPPG menyebut anak-anak sudah datang ke sana, tetapi menurut kami tidak mungkin siswa datang tanpa dipanggil,” ujarnya.

Terkait penggantian makanan, Fatimah menyatakan hal tersebut diserahkan kepada pihak terkait. “Mau diganti atau tidak, yang penting kami sudah melakukan konfirmasi. Karena ini bukan kejadian yang pertama,bahkan sering terjadi;pungkasnya.

Sejumlah pihak mendorong agar instansi terkait, termasuk pemerintah desa dan dinas kesehatan, dapat melakukan peninjauan lebih lanjut guna memastikan standar kebersihan dan kelayakan makanan yang diberikan kepada siswa tetap terjaga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait diharapkan terus berkoordinasi untuk memastikan program pemberian makanan tambahan berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan siswa.

(Tim&Red)

Post Comment

You May Have Missed