Bau Busuk Menyengat! SPPG Maha Karya AL Ikhsan Diduga Tidak Peduli — Selokan Mampet, Saling Lempar Tanggung Jawab, Warga& Pedagang Jadi Korban!

Bau Busuk Menyengat! SPPG Maha Karya AL Ikhsan Diduga Tidak Peduli — Selokan Mampet, Saling Lempar Tanggung Jawab, Warga& Pedagang Jadi Korban!

Cilegon,Suarapandu.Com-Bau busuk menyengat kini menguasai udara di sekitar dapur SPPG Yayasan Maha Karya Al Ikhsan, Lingkungan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta. Saluran pembuangan limbah tersumbat total, cairan kotor menggenang berantakan — masalah ini bukan baru, sudah lama diketahui, dilaporkan, bahkan disidak, tetapi tidak ada yang membereskan. Semua pihak saling lempar urusan, seolah ini bukan siapa-siapa yang merawat.

Pantauan awakmedia di lokasi membuktikan: saluran dari tangki limbah mampet parah, bau tak tertahankan menyeruak ke mana-mana. Pedagang di area Krakatau Junction tidak bisa tenang berjualan, pelanggan kabur, warga terganggu setiap hari.

Suhud, Asisten Dapur, mengakui sudah berulang kali melapor — ke Yayasan, ke KSP, bahkan sudah dipanggil Kecamatan. Sidak dari Provinsi Banten pun pernah terjadi, perintah perbaikan sudah turun. Tapi kenyataannya tetap sama: selokan mampet, bau tetap menyengat.

“Kami sudah kirim surat, sudah berkoordinasi, sudah dibersihkan berkali-kali — tapi masalah tetap ada. Keputusan ada di pihak KSP, mereka yang belum bertindak,” keluhnya.

Seorang pedagang yang sudah tak tahan lagi berkata: “Kami tidak bisa tenang berdagang, pelanggan banyak yang pergi karena baunya tak tertahankan. Sudah lama begini, tak ada yang peduli.”

Yang paling memalukan:

  • Sekretaris Kelurahan Kotabumi bungkam, tak memberi tanggapan apa pun — seolah keluhan warga tidak layak dijawab
  • KSP selaku pemilik lahan diam saja, menunggu tanpa batas waktu
  • Kecamatan hanya berjanji “akan menindaklanjuti”, tanpa komitmen kapan selesai
  • Semua tahu masalahnya, semua tahu siapa yang harus bertindak — tetapi tidak ada yang bergerak nyata

Ini bukan sekadar mampet — ini kelalaian sengaja. Tanggung jawab disembunyikan di balik nama lembaga lain, birokrasi dijadikan tameng, kenyamanan dan kesehatan warga dikorbankan tanpa rasa bersalah.

Apakah harus menunggu warga jatuh sakit, lingkungan tercemar parah, atau kerugian pedagang makin menumpuk baru ada langkah nyata?

Kami menuntut:
KSP dan Yayasan Maha Karya Al Ikhsan segera turun tangan sekarang juga, bukan menunggu besok atau lusa
Perbaikan saluran limbah dilakukan tuntas, bukan sekadar pemberesan sementara
Pihak yang lalai dimintai pertanggungjawaban — birokrasi bukan alasan untuk membiarkan warga menderita

Urusan kebersihan dan kesehatan bukan bola yang boleh dilempar sana-sini. Rakyat butuh tindakan, bukan janji yang tak kunjung usai.

(Tim&Redaksi)

Post Comment

You May Have Missed