Dugaan Kejanggalan Program JUT 2024 Desa Pagintungan, Warga Pertanyakan Manfaat dan Lokasi

Dugaan Kejanggalan Program JUT 2024 Desa Pagintungan, Warga Pertanyakan Manfaat dan Lokasi

Serang, 23 April 2026 — Dugaan kejanggalan dalam pelaksanaan program Jalan Usaha Tani (JUT) Tahun Anggaran 2024 di Desa Pagintungan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, mulai menjadi sorotan masyarakat.

Pendamping Desa (PD) Pagintungan, Sirojudin, saat dikonfirmasi mengakui adanya pembangunan JUT pada tahun 2024 yang berlokasi di wilayah Karang Tengah. Ia menyebutkan bahwa pembangunan tersebut bertujuan untuk mempermudah akses serta memperlancar mobilitas petani di sekitar lokasi.

“Tujuan utamanya untuk mempermudah akses petani dan menunjang kegiatan pertanian, baik pesawahan maupun perkebunan,” ujar Sirojudin, Rabu (23/4/2026).

Namun, pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan dari warga. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, lokasi yang disebut sebagai titik pembangunan JUT diduga bukan merupakan area yang banyak dimanfaatkan oleh petani Desa Pagintungan.

Sejumlah warga menyebut bahwa wilayah tersebut lebih dikenal sebagai jalan penghubung menuju Desa Kebon Cau, Kecamatan Pamarayan, bukan sebagai akses utama pertanian warga setempat.

Selain itu, warga juga menyoroti spesifikasi jalan yang disampaikan oleh pendamping desa. Sirojudin menjelaskan bahwa panjang JUT tersebut sekitar 200 meter dengan lebar hanya sekitar 1 meter.

Hal ini dinilai janggal oleh masyarakat, mengingat jalan usaha tani pada umumnya dirancang untuk mendukung akses kendaraan pengangkut hasil pertanian.
“Kalau lebarnya hanya 1 meter, bagaimana kendaraan petani bisa masuk? Di situ juga kebanyakan sawah, dan petaninya tidak banyak,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Saat diminta menunjukkan dokumentasi fisik pembangunan, Sirojudin mengarahkan agar pihak yang membutuhkan data tersebut langsung mengakses ke kantor desa. Ia mengaku tidak lagi menyimpan dokumentasi foto di perangkat pribadinya.
“Silakan ke desa saja, karena detail dan dokumentasi ada di sana. Di dokumen saya sudah tidak ada,” jelasnya.

Kondisi ini semakin memperkuat kecurigaan warga terkait efektivitas dan transparansi program tersebut. Masyarakat berharap adanya klarifikasi dari pihak pemerintah desa serta instansi terkait, agar penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

(Tim&Red)

Post Comment

You May Have Missed