UPT 6 Disinyalir Lalai Dalam Pengawasan Dan Pemeliharaan Jalan Rusak Sebabkan Laka Hingga Korban Meninggal Dunia
Kab Tanggerang:SuaraPandu.Com
Ruas Jalan Talok Patrasana di Wilayah Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang yang telah lama dalam kondisi rusak menyebabkan terjadinya kecalakaan (laka) hingga menelan korban meninggal dunia, Minggu (29 Maret 2026)
Berdasarkan keterangan warga sekitar sebut saja Iyan (51), bahwa bukan hanya kali itu saja terjadi kecelakaan, selain jalan tersebut rusak parah juga tidak ada lampu penerangan jalan umum (PJU)
“Udah sering terjadi kecelakaan, ya baru kali ini ada yang sampe meninggal, udah lama benget ini jalan rusak, kondisi kalau malam gelap, gak ada, gak ada lampu jalan, udah sering orang naik motor jatuh”ucap Iyan
Menanggapi peristiwa Laka di jalan rusak hingga korban meninggal dunia, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Golkar, Mahfudz Fudianto Bimo menyampaikan turut berbela sungkawa dan segera menegur pihak pihak terkait
“Kami turut berduka cita, kita udah tegur pihak pihak terkait (DBMSDA Kab.Tangerang) juga terutama Dishub agar segera memasang akses penerangan jalan disikitar laka” tegas Bimo
Sementara itu, Fahrur Rozi selaku Aktivis Pegiat Sosial Kontrol yang merupakan Warga Talok menuding pihak UPT 6 DBMSDA yang berkantor di Sukamulya disanyalir telah lalai dalam pengawasan dan pemeliharaan ruas jalan tersebut
“Saya warga talok, Jalan tersebut sudah sangat lama rusak, sudah sering saya sampaikan ke pihak UPT 6, terjadinya laka dijalan rusak hingga korban meninggal dunia patut kami sinyalir akibat kelalai-an UPT 6 DBMSDA Kabupaten Tangerang, kita sudah lama tau sama tau ruas jalan Talok-Patrasana ini kondisi nya rusak berlubang, harusnya dari Tahun lalu diperbaiki dan di rekontruksi, jelas ini kelalai-an dari Pihak UPT 6, kemarin sudah ditambal sulam tapi belum ada klarifikasi resmi kapan akan direkontruksi, kondisi sangat urgent dan bisa berdampak patal pada pengguna jalan, insinden ini murni kami sinyalir akibat kelalaian dari pihak UPT 6 dan Dishub”ucap Rozi
Sekitar pukul 21.30 kemarin (kamis malam 27/04/2026), menurut warga sekitar, Roda Ban Kendaraan R2 Almarhum AS terselip dilubang retakan hingga menyebabkan laju kendaraan goyang dan hilang keseimbangan sehingga korban terpental jatuh dari kendaraan hingga bagian kepala membentur aspal dan meninggal dunia
Hingga berita ini terbit, Pihak UPT VI DBMSDA Kabupaten Tangerang belum memberikan klarifikasi dan pernyataan resmi terkait dugaan kelalaian pengawasan dan pemeliharaan jalan rusak yang disinyalir menjadi penyebab laka hingga menelan korban jiwa seorang meninggal dunia.
(Redaksi)



Post Comment