Proyek paving block program Banprov tahun 2025 di desa teras bendung baru rampung sudah amblas kualitas kuantitas di pertanyakan

Proyek paving block program Banprov tahun 2025 di desa teras bendung baru rampung sudah amblas kualitas kuantitas di pertanyakan

Serang, proyek pembangunan Paving block di desa teras bendung kecamatan Lebak wangi kabupaten Serang Banten, dari program bantuan propinsi ( Banprov tahun 2025) , untuk peningkatan jalan lingkungan dengan nilai Anggaran sebesar 45 juta dan 19 juta untuk dua titik jalan lingkungan namun  dalam pelaksanaan nya baru selesai di kerjakan paving block sudah pada ancur pada bolong bolong, kualitas kuantitas di pertanyakan.

Saat tim media investigasi di lapangan kesulitan dan tidak transparan nya antara pekerja serta pihak pemerintah desa yakni kepala desa seolah menghindar saat dikonfirmasi.

Menurut keterangan pekerja saat di pertanyakan terkait juklak juknisnya di lokasi , sangat minim informasi.

” Saya hanya kerja di sini tidak tahu, dan bukan orang sini di suruh kerja saja sama pak lurah ( Ubed) berapa meter meter juga kurang paham, dan terkait upah juga belum tahu, coba sana sama pak lurah saja, apa lagi nanya nanya segala, ujarnya sinis, Sabtu 29/11/2025.

Sementara itu kepala desa teras bendung(Ubed ) saat di temui di kediaman nya di duga menghindar, 

” Mohon maaf ya saya mau mengantar kan warga ke RS dan bikin SKTM dulu, mungkin besok Tah ke sini lagi. Cetusnya seraya meninggalkan awak media .

Namun selang beberapa hari ketika Tim media mencoba mengkonfirmasi lagi melalui telepon seluler dan WhatsApp kepala desa teras bendung tidak di respon

, bahkan di sambangi kediamannya pun tidak ada.

Sangat di sayangkan sampai berita ini tayang pihak desa belum bisa memberikan keterangan resmi terkait proyek yang di Duga tidak sesuai spesifikasi teknis.

Tim media berencana akan ke Dinas DPMD propinsi Banten, dan inspektorat guna mengkompirmasi lanjutan..

Jika dugaan proyek paving block terbukti tidak sesuai spesifikasi teknis maka pekerjaan tersebut berpotensi merugikan keuangan negara dan yang paling di rugi kan adalah masyarakat baru menikmati jalan sebentar ternyata sudah rusak, Redaksi.

Post Comment

You May Have Missed