Refleksi 500 Tahun Serang, Pemuda Sentil Sekda dan Dugaan Politik Dinasti

Refleksi 500 Tahun Serang, Pemuda Sentil Sekda dan Dugaan Politik Dinasti

Kabupaten Serang,Suarapandu.Com-Momentum refleksi 500 tahun Kabupaten Serang tak boleh sekadar menjadi panggung seremoni dan slogan manis. Forum Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Serang justru melontarkan kritik tajam terhadap tata kelola pemerintahan, khususnya pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda), potensi politik dinasti, hingga realisasi program unggulan Serang Bahagia.

Forum tersebut menegaskan, jabatan Sekda bukan hak istimewa keluarga atau lingkaran kekuasaan. Posisi strategis dalam birokrasi harus diberikan kepada sosok yang memiliki kompetensi, integritas, rekam jejak, dan profesionalitas sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Jabatan Sekda adalah hak setiap orang yang berkompeten, bukan jatah keponakan atau bibi!” demikian kritik keras yang disuarakan forum tersebut.

Pernyataan itu menjadi peringatan bahwa birokrasi pemerintahan tidak boleh dijadikan ruang untuk mengakomodasi kepentingan keluarga. Jika pengisian jabatan publik lebih mengutamakan kedekatan daripada kemampuan, prinsip meritokrasi terancam menjadi sekadar slogan.

Forum Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Serang mendesak agar proses pengisian jabatan Sekda dilaksanakan secara transparan, objektif, dan akuntabel. Segala bentuk intervensi yang berpotensi menguntungkan pihak tertentu harus dicegah agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan tidak semakin tergerus.

Jabatan publik bukan warisan keluarga, dan birokrasi bukan alat untuk melanggengkan kekuasaan. Setiap pejabat harus dipilih berdasarkan kemampuan serta tanggung jawabnya kepada masyarakat, bukan karena hubungan kekerabatan.

Tak hanya menyoroti jabatan Sekda, forum tersebut juga melayangkan kritik terhadap pelaksanaan program Serang Bahagia. Bupati Serang didesak membuktikan komitmennya melalui kebijakan yang terukur, pembangunan yang merata, serta peningkatan pelayanan publik yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Jangan sampai Serang Bahagia hanya ramai dalam pidato, tetapi manfaatnya belum dirasakan secara nyata oleh rakyat. Masyarakat membutuhkan bukti, bukan sekadar janji; membutuhkan hasil pembangunan, bukan hanya narasi keberhasilan.

Refleksi 500 tahun Kabupaten Serang seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Usia panjang sebuah daerah tidak otomatis mencerminkan keberhasilan pemerintahan apabila persoalan pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan profesionalitas birokrasi masih menjadi pekerjaan rumah.

Melalui pernyataan sikapnya, Forum Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Serang menyampaikan empat tuntutan tegas:

  1. Tolak nepotisme dalam birokrasi. Pengisian jabatan Sekda harus mengutamakan kompetensi, integritas, dan profesionalitas sesuai peraturan.
  2. Hentikan segala bentuk intervensi kekuasaan yang berpotensi mengutamakan kepentingan keluarga dalam pengisian jabatan publik.
  3. Desak Bupati Serang fokus pada kepentingan rakyat, bukan memberikan kesan adanya pengistimewaan keluarga dalam birokrasi.
  4. Buktikan Serang Bahagia melalui kerja nyata, pemerataan pembangunan, dan pelayanan publik yang berkualitas, bukan sekadar wacana.

Forum tersebut menegaskan bahwa kritik pemuda dan mahasiswa merupakan bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Kekuasaan harus tetap diawasi, kebijakan harus dikritisi, dan setiap jabatan publik harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Tolak Dinasti, Utamakan Kompetensi, Wujudkan Serang Bahagia!”

Pesan itu menjadi penegasan bahwa refleksi 500 tahun Kabupaten Serang bukan sekadar perayaan usia daerah, melainkan momentum untuk membenahi pemerintahan. Rakyat berhak mendapatkan birokrasi yang profesional, transparan, dan bebas dari kepentingan pribadi maupun keluarga.

Sebab, yang dibutuhkan Kabupaten Serang bukan politik keluarga, melainkan pemerintahan yang bekerja untuk seluruh rakyat.

(Sairi)

Post Comment

You May Have Missed