Diduga Tak Sesuai Spek, Besi Proyek Revitalisasi PKBM Mekarsari Walantaka Diukur Hanya 5.3 mm
Serang,Suarapandu.com-Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan di PKBM Mekarsari, Kota Serang yang bersumber dari APBN 2026 senilai Rp228 juta diduga menggunakan material besi yang tidak sesuai spesifikasi.
Temuan ini berdasarkan pengukuran langsung di lokasi proyek pada Minggu, 09 Agustus 2026 di Kp. Torus Masjid, Kel. Tegalsari, Kec. Walantaka, Kota Serang.
Berdasarkan pantauan, besi yang diduga untuk struktur bangunan tersebut diukur menggunakan sigmat digital. Hasilnya menunjukkan diameter besi hanya 5.3 mm.
Padahal, pada umumnya untuk struktur bangunan minimal digunakan besi dengan diameter 6 mm atau 8 mm.
“Dari hasil ukur, besi yang diduga ukuran 6 mm ini hanya 5.3 mm. Ini selisih cukup jauh dan berpotensi mengurangi kekuatan struktur,” ujar sumber di lokasi yang enggan disebutkan namanya.
Dalam foto lain, besi juga diukur dan menunjukkan angka 8.0 mm. Angka ini masih masuk dalam toleransi untuk besi 8 mm.
Proyek APBN Rp228 Juta
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan ini merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dengan rincian:
Pekerjaan: Revitalisasi Satuan Pendidikan
Jumlah Dana Bantuan: Rp. 228.976.241,00
Sumber Dana: APBN Tahun Anggaran 2026
Pelaksana: Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) PKBM Mekarsari Kota Serang
Waktu Pelaksanaan: 90 hari kalender, Juli s/d Oktober 2026
Perlu Penjelasan Pelaksana
Hingga berita ini diturunkan, pihak P2SP PKBM Mekarsari belum dapat dimintai keterangan terkait spesifikasi besi yang digunakan dalam RAB dan hasil temuan di lapangan.
Begitu juga dengan pihak Dinas Pendidikan Kota Serang dan Kementerian Dikdasmen sebagai pemberi bantuan.
Warga sekitar berharap proyek yang menggunakan uang negara ini dikerjakan sesuai standar agar mutu dan keamanan bangunan dapat terjamin.
Mereka juga meminta agar ada pengawasan ketat dari pihak terkait agar tidak terjadi penyimpangan.
“Kami hanya ingin sekolah ini dibangun bagus dan kuat. Jangan sampai nanti ambruk karena materialnya tidak sesuai,” kata salah satu warga.
(Tim/Red)



Post Comment