Alumni Gontor 2003 Serahkan Wakaf Rp203,677 Juta pada Syukuran 100 Tahun Gontor

Alumni Gontor 2003 Serahkan Wakaf Rp203,677 Juta pada Syukuran 100 Tahun Gontor

Gontor, suarapandu.com – Semangat pengabdian dan rasa syukur mewarnai rangkaian Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor yang digelar pada 4 Juli 2026.

Pada momentum bersejarah tersebut, Alumni Gontor Angkatan 2003 menyerahkan wakaf sebesar Rp203.677.000 sebagai bentuk kecintaan, rasa syukur, dan komitmen untuk terus mendukung perjuangan serta keberlangsungan Pondok Modern Darussalam Gontor.

Penyerahan wakaf dilakukan secara simbolis kepada KH Hasan Abdullah Sahal di Aula WISDA Pondok Modern Darussalam Gontor. Prosesi tersebut disaksikan oleh para pimpinan pondok, alumni, serta ratusan peserta Reuni Akbar Alumni Gontor Angkatan 2003.

Dana wakaf yang dihimpun dari kebersamaan dan keikhlasan para alumni mengusung tema “Menyambung Amanah, Menguatkan Khidmah.” Tema tersebut menjadi cerminan tekad Alumni Gontor 2003 untuk terus menjaga amanah para pendiri sekaligus memperkuat pengabdian kepada pondok, umat, dan bangsa.

Ketua panitia menyampaikan bahwa wakaf ini bukan sekadar kontribusi materi, melainkan simbol kuatnya ikatan batin para alumni dengan almamater yang telah membentuk karakter, jiwa kepemimpinan, serta semangat perjuangan mereka. Melalui kontribusi tersebut, Alumni Gontor 2003 berharap dapat menjadi bagian dari perjalanan Gontor memasuki abad kedua dengan semangat pengabdian yang semakin kokoh.

Sementara itu, KH Hasan Abdullah Sahal menyampaikan apresiasi dan doa kepada seluruh Alumni Gontor Angkatan 2003 atas keikhlasan dan kepedulian mereka terhadap pondok. Beliau berharap wakaf yang diberikan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir serta menjadi inspirasi bagi generasi alumni berikutnya untuk terus berkhidmah dan menjaga kesinambungan perjuangan Pondok Modern Darussalam Gontor.

Penyerahan wakaf ini menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian Syukuran 100 Tahun Gontor, sekaligus menegaskan bahwa hubungan alumni dengan almamater tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan, melainkan terus berlanjut melalui kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam, penguatan nilai-nilai keumatan, dan pembangunan peradaban bangsa.

(Redaksi Suarapandu.com)

Post Comment

You May Have Missed